Menulis tentang PLN itu seperti menggarami air laut. Entah sudah berapa banyak orang yang menulis dan membicarakannya sampai berbusa. Masih lebih baik berbicara dengan batu di gua. Setidak-tidaknya akan mendengar echo suara sendiri. Orang bodoh bisa belajar tetapi kalau orang bebal?
Berkali-kali PLN merugikan dan melukai masyarakat namun saya belum pernah mendengar dia mengganti rugi. Mungkin karena dia (merasa) sakti. Maka bebal dan congkak adalah kombinasi yang jitu.
Mungkin bagi PLN memadamkan listrik itu tidak salah. Toh yang ditarik tagihan adalah jumlah listrik yang dipakai. Bukankah dengan sering mati listrik PLN membantu masyarakat berhemat karena tagihan akan berkurang?
Namun masalahnya tak sepolos kain kafan seperti itu. Di kota, apalagi Jabodetabek, berapa banyak sumur yang tidak memakai pompa listrik? Berapa sumur yang masih dilengkapi timba? Kebanyakan sumur di kota ini berada di dalam rumah dan tidak mempunyai fasilitas lain untuk mengambil air kecuali dengan pompa listrik. Belum lagi dengan kipas angin / AC yang bukan lagi sebagai alat pembuat kenyamanan namun sudah menjadi alat pendukung kehidupan. Beberapa kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah juga terjadi saat mati listrik. Warga terpaksa menggunakan lilin, lalu lilin terjatuh atau menyambar barang mudah terbakar.

