Wong Jogja dadi Edan

Masih mengenai oleh-oleh dari Jogja, kali ini soal manusianya…

Sebuah pagi yang cerah terasa semakin indah saat bersarapan bubur ditemani malaikat kecil yang cantik jelita, di sebuah pasar dekat rumah. Sebuah ritual yang beberapa bulan lalu sering saya lakukan ketika jadi pengangguran terbuka. (katanya sekarang ‘pengangguran tidak kentara’ 🙂 )

silakan baca lengkapnya…

Iklan

Lumpuh di Yogya

Lumpuh, begitulah kira-kira kata yang tepat untuk menggambarkan keadaanku di Yogya. Karena motor dibawa ke Jakarta, mobilitasku di kota tercinta menjadi sangat terbatas. Maka akhirnya kujalanilah sebuah sisi kehidupan yang sudah lama tidak aku sentuh, kehidupan di atas bus kota Yogya.

selengkapnya…