Perang Peramban

Tak lama setelah Chrome 2.0 melepas masa lajang betanya, Safari 4 pun muncul. Ini menyisakan Firefox 3.5 dan Opera 10 yang masih bertahan di beta.

Di antara keempatnya, Chrome 2.0 yang lebih dulu saya coba. Saya telah mencoba Chrome sejak masih beta, sebelum versi 1, dan langsung membuat terpana. Loading aplikasinya sangat cepat. Tampilannya minimalis sehingga browsing web terasa lebih longgar. Chrome yang lahir belakangan mencomot banyak konsep dari peramban lain. Banyak fiturnya lebih dulu saya lihat di Opera. Konsep yang menurut saya baru adalah multiprocess. Setiap Tab memiliki Process tersendiri. Jika Anda buka Task Manager Windows, Anda akan melihat banyak chrome.exe bertengger di situ. Ini yang membuat Chrome sangat cepat. Ibaratnya di sebuah playgroup, peramban lain hanya memiliki seorang pembimbing untuk satu kelas, sedangkan di Chrome masing-masing anak memiliki pembimbing dan satu penyelia yang mengawasi para pembimbing itu. Tentu saja hal ini memiliki kekurangan, Chrome menghabiskan lebih banyak memori. Dalam browsing keseharian saya dengan sekitar 6 tab, Chrome bisa memakai sekitar 350 MB RAM, sedangkan browser lain untuk keadaan yang sama ‘hanya’ sekitar 200 MB. Namun hal ini tentu bukan masalah besar untuk komputer-komputer sekarang. Toh buat apa RAM kalo tidak untuk dipakai🙂. Menurut saya, komputer sekarang dengan multicore dan RAM di atas 512 MB, jalan di atas Windows XP, dan tidak sedang merender gambar 3D atau video, cukup untuk Chrome.

Salah satu kekurangan Chrome adalah instalasinya yang membutuhkan koneksi internet. Mungkin lucu bagi orang-orang Google, mau instal peramban kok tidak punya koneksi internet. Mungkin mereka tidak tahu ada orang seperti saya yang pengin instal Chrome di laptop yang tidak terhubung internet dan berharap ketika dapat WiFi gratisan langsung bisa menggunakan Chrome. Di masa-masa awal, Chrome memiliki banyak isu kompatibilitas dengan beberapa situs web, namun di versi 2.0 ini telah diperbaiki.

Saya mengenal Opera sudah lama, bahkan sebelum Firefox lahir. Seingat saya, fitur Tab Browsing saya kenal pertama kali di Opera. Namun dia terlupakan sejak saya kenal Firefox. Saya baru menggunakan Opera lagi sejak menginstal Opera Mini di handphone saya. Menurut saya Opera Mini merupakan aplikasi wajib instal di HP yang hanya mendukung Java. Opera Minilah yang membuat HP saya sanggup menyaingi smartphone untuk urusan browsing🙂. Opera Mini memiliki konsep yang bagus. Alih-alih mengakses situs web secara langsung, Opera Mini menggunakan proxy server. Ketika Anda mengetikkan sebuah alamat situs di Opera Mini, katakanlah Yahoo, maka Opera Mini menghubungi proxy server. Proxy inilah yang kemudian menghubungi Yahoo. Lalu halaman Yahoo dimampatkan dan diformat untuk tampilan mungil layar HP. Ini sangat bermanfaat karena koneksi internet melalui HP sering dihitung harganya per KB, sehingga cara ini selain cepat juga lebih murah. Konsep ini yang kemudian diterapkan di platform lain dengan nama Opera Turbo.

Opera Turbo merupakan salah satu fitur menonjol Opera 10. Sayangnya saya tidak suka Opera Turbo. Konsep memampatkan halaman situs web melalui proxy server itu membuat kualitas gambar menurun drastis. Di handphone mungkin tidak masalah karena layarnya mungil, tapi di desktop sangat mengganggu. Kecepatan yang dihasilkan dari pemampatan inipun tidak signifikan. Saya coba fitur Turbo ini di laptop yang menggunakan koneksi internet melalui GPRS. Saya berharap dapat menghemat, namun kenyataannya tidak berhasil. Saya baru bisa membuka halaman web ketika Opera Turbo dimatikan.

Satu hal lagi, Opera adalah contoh tragis. Opera sering mempunyai gagasan dan konsep hebat yang kemudian dipakai peramban lain. Namun pemakai Opera sendiri tidak banyak. Para pembuat halaman web sering tidak ‘memandang’ Opera, akibatnya Opera sering mengalami isu kompatibilitas. Opera sering terblokir di situs yang tidak mampu mengenali fitur Opera. Contohnya jika Anda mengakses Bing.com melalui Opera, Anda akan diforward ke halaman Beta, sedangkan peramban lain masuk ke halaman yang full-featured. Saya susah masuk ke Google Account (Gmail, Reader, etc) menggunakan Opera 10.

Saya juga mencoba Safari 4. Sayangnya saya telah lebih dulu kenal dengan Chrome, meskipun sebenarnya Safari lebih dulu ada dan Chrome yang mencomot engine-nya. Saya jadi tidak tertarik menggunakan Safari karena rasanya sama dengan Chrome. Pun demikian dengan Firefox 3.5, saya tidak merasa ada yang berbeda dengan Firefox 3.0. Mungkin setelah lepas dari masa beta akan terasa bedanya. Bagaimana dengan IE 8? Saya belum punya niat untuk mencoba.

6 tanggapan untuk “Perang Peramban”

  1. aku pake chrome. tapi kok pada beberapa fitur justru malah jadi gak keliatan yak?? akhirnya kalo uda gitu balik lagi ke internet explorer (doh)

  2. tak pikir tadinya perang di candi perambanan😀

    kemarin baca disuatu tempat memang chrome adalah browser tercepat, tapi si pembuat berita juga bilang kecepatan bukan faktor satu2nya.. lainya adalah kestabilan dan ketersediaan plugin, dan kustomisasi untuk power user.. untuk hal-hal itu semua browser di dunia masih jauh dibelakang firefox..

    o iya sekarang aku tidak perlu memikirkan chrome karena udah tidak pake windows (curcol dikit yak :D)

    1. Yah, marilah kita gunakan bahasa secara baik dan benar.😆

      Betul, aku pernah bikin Chrome crash, tapi sampai sekarang belum ketemu cara untuk mensimulasi ulang. Emang Chrome hanya di Windows ya?

      Aku pake ketiganya secara bergilir, biar ga bosan aja.🙂 Sayangnya Firefox belum lulus Acid3, meskipun dalam kehidupan sehari-hari ga ngaruh😆

      1. resminya chrome hanya di Windows, di linux ada Chromium yang pake sourcenya chrome, tapi belum stabil dan belum ada release resminya..
        aku 90% pake firefox, yup blom lulus acid test, apalagi kupasangi adblok/flashblock/noscript itu jadi tambah gak lulus lagi, tapi jadi cepat bgt😀

        o ya yang 10% lagi pake Opera🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s