Tentang Itik…

Entah bagaimana jika di alam liar, namun itik yang diternak mempunyai cerita menarik.

Itik mempunyai badan yang kurus sehingga kurang cukup panas untuk mengerami telurnya sendiri. Sebelum ada lampu listrik, telur itik dititipkan ayam untuk dierami. Naluri binatang sering lebih toleran terhadap perbedaan. Setidaknya ayam membiarkan ada telur yang berbeda saat mengeram. Demikian pula ketika menetas, ada ‘anak’ yang berbeda dengan anak lainnya, bahkan berbeda dengan induknya. Sang itik kecilpun tetap diasuh dan diberi makan, dengan cara ayam tentunya. Diajari mematuk dan mencakar-cakar tanah.

Namun seiring waktu, keberlangsungan hidup itik tergantung pada kesadaran dan instingnya. Bahwa dia bukan ayam. Benar dia telah dierami dan dibesarkan ayam, tapi paruhnya tidak cocok untuk mematuk. Kaki selaputnya lebih cocok untuk berenang daripada mencakar-cakar tanah.

Itik tetaplah itik. Kwek-kwek tidak akan menjadi petok-petok atau bahkan kukuruyuk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s