Area parkir hijau

Area parkir sepeda motor Cinere Mall merupakan favorit saya. Konsepnya sangat ‘hijau’. Alih-alih menutup seluruh permukaan tanah dengan semen atau aspal, pemiliknya menggunakan conblock, sehingga masih terdapat sejumlah kecil air yang dapat masuk ke tanah melalui sela-sela. Sedikit memang tapi daripada tidak sama sekali. Konon ini pula mengapa lingkungan kampus UGM menggunakan conblock. Konon pula ada beberapa kota di Eropa yang keseluruhan jalannya demikian.

Kemudian sebagai peneduh ditanamlah pohon setiap sekian meter. Pohonnya tidak terlalu besar namun sangat rindang. Pohon Talok kalo orang Jogja menyebut. Saya tidak tahu sebutan bahasa Indonesia, murbei kah?

Setidaknya dalam ukuran sekarang, seandainya tumbang terkena angin, ia tidak merusak motor sampai parah. Daerah Cinere memang sering terkena angin ribut dan puting beliung skala menengah.

Pembatas antar blok menggunakan bambu hias. Sungguh indah…

Banyak tempat parkir sepeda motor tanpa peneduh, termasuk di kantor saya. Masalah keteduhan menjadi perhatian saya sejak dititipi motor asuh berjenis kelamin cruiser. Berbeda dengan moped/bebek yang tangki bensinnya di bawah jok, sesuai mahzab UJM motor cruiser bertangki di atas. Saya takut tangki itu meledak setelah dipanggang terik matahari seharian. Entah apakah produsen sudah mengujinya. Tentu diuji di sini, bukan di negara asalnya yang 4 musim. Saya memang belum pernah mendengar kejadian. Jadi jika meledak jangan-jangan dianggap sial atau kurang sedekah (yang mungkin memang benar).

2 tanggapan untuk “Area parkir hijau”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s