PLN yang terkutuk

Menulis tentang PLN itu seperti menggarami air laut. Entah sudah berapa banyak orang yang menulis dan membicarakannya sampai berbusa. Masih lebih baik berbicara dengan batu di gua. Setidak-tidaknya akan mendengar echo suara sendiri. Orang bodoh bisa belajar tetapi kalau orang bebal?

Berkali-kali PLN merugikan dan melukai masyarakat namun saya belum pernah mendengar dia mengganti rugi. Mungkin karena dia (merasa) sakti. Maka bebal dan congkak adalah kombinasi yang jitu.

Mungkin bagi PLN memadamkan listrik itu tidak salah. Toh yang ditarik tagihan adalah jumlah listrik yang dipakai. Bukankah dengan sering mati listrik PLN membantu masyarakat berhemat karena tagihan akan berkurang?

Namun masalahnya tak sepolos kain kafan seperti itu. Di kota, apalagi Jabodetabek, berapa banyak sumur yang tidak memakai pompa listrik? Berapa sumur yang masih dilengkapi timba? Kebanyakan sumur di kota ini berada di dalam rumah dan tidak mempunyai fasilitas lain untuk mengambil air kecuali dengan pompa listrik. Belum lagi dengan kipas angin / AC yang bukan lagi sebagai alat pembuat kenyamanan namun sudah menjadi alat pendukung kehidupan. Beberapa kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah juga terjadi saat mati listrik. Warga terpaksa menggunakan lilin, lalu lilin terjatuh atau menyambar barang mudah terbakar.

Ah, itu kan salah warga, PLN tidak memproduksi lilin kok. Jangan salahin PLN dong, apalagi menuntut “kerugian akibat hilangnya potensi pendapatan”. Itu sih akal-akalan pengusaha fotocopy, SPBU, pedagang elektronik dan lain-lain. Mereka kan pengusaha, byar-pet listrik mestinya sudah diperhitungkan. Wong mati listrik mendadak itu sudah ada sejak dulu, bukan sekarang-sekarang ini saja.

Terserah Lu deh… Saya mau ngomongin soal PLN yang bikin galian di jalan Cinere. Cinere yang memang sering macet itu kini macetnya bertambah-tambah. Jarak yang biasa tertempuh dalam 20 menit menjadi 1,5 jam lebih. Mungkin memang kalau tidak pakai menggali harus pakai SUTET. Pasti protes orang lebih hebat lagi. Tapi mbok ya selesai digali, jalan diaspal rapi. Saya tidak menuntut lebih, kembalikan saja seperti semula. Tak perlu sarjana teknik sipil untuk mengatakan jalan yang dibuat PLN kurang aspal. Pasir-pasir yang membahayakan pengendara sepeda motor jelas merupakan bukti. Batu-batu di bawahnya pun terkuak setelah terkena hujan 2 jam.

Saya pernah KKN di sebuah desa di Sukoharjo, Jawa Tengah. Kebetulan masyarakat di sana sedang mengaspal jalan secara mandiri. Masyarakat bergotong-royong membawa batu dari sungai, lalu memecahnya dengan palu menjadi tiga ukuran. Masyarakat yang tanahnya hanya bisa ditanami palawija itupun iuran membeli aspal. Lalu jalan desa diaspal sesuai jumlah aspal yang tersedia. Tak ada insinyur di sana. Hanya memakai logika sederhana, aspal berguna untuk merekatkan batu, jadi kalau batu masih mudah lepas berarti perlu ditambah aspal.

Heran kenapa PLN selalu merugi. Mungkin karena selalu disumpahi orang banyak. Saya dulu sering bertanya-tanya, mengapa hukuman di akhirat sering digambarkan dalam jumlah ribuan tahun. Padahal rata-rata hidup kita cuma 80 tahun. Tidak adil kalau begitu. Tapi secara logika saya lalu menemukan jawabannya. Jika Anda membuat sengsara 1000 orang dalam 1 hari, maka balasan Anda adalah sengsara selama 1000 hari di akhirat. Bayangkan bayi-bayi yang menangis kegerahan, orang-orang yang kehilangan harta benda karena kebakaran, orang-orang yang dipotong gajinya karena terlambat ke kantor, kelelahan ekstra polisi yang mengatur kemacetan, dan lain-lain yang terjadi akibat mati listrik. Maka jangan berlomba-lomba jadi presiden di Indonesia. Jika Anda menyengsarakan 200 juta orang selama 5 tahun, Anda akan sengsara selama 1 milyar tahun di neraka.

Sesungguhnya listrik adalah energi masa depan. Ia adalah bentuk energi yang paling mudah dijadikan ke bentuk energi lain. Ia mudah dijadikan panas, dingin, gerak dan lain-lain. Segala keajaiban elektronika terjadi berkat listrik. Ia pun energi yang bersih dan terbarukan. Listrik seharusnya menjadi energi pengganti bahan bakar fosil. Namun hebatnya kita, kita bakar fosil untuk memperoleh listrik. Lebih hebat lagi kita samarkan namanya menjadi PLTU, padahal menggunakan batubara. Benar-benar salah kaprah.

7 tanggapan untuk “PLN yang terkutuk”

  1. pertama kali denger tentang renncana pemadaman bergilir yang akan dimulai minggu depan, yang ada di pikiran ku : waduh!! bisa mandi gak ya?? coz ketersediaan air di kosku masi sangat bergantung dengan listrik yang menyalakan pompanya. hiks…

    soal hitung-hitungan masa hukuman… hmmm… bener juga. Makanya jabatan itu memang amanah ya mas, makin tinggi makin banyak juga beban yang harus dipikul, makin banyak yang harus dipertanggungjawabkan.

    *puyeng*
    *siap-siap beli ember penampung air yang lebih besar*

  2. PLN rugi, tapi pejabatnya kaya terus, hehehe.. jalan rusak = proyek
    listrik mati = proyek
    banjir = proyek
    sampah = proyek
    jalan macet = proyek
    bencana = proyek
    kesimpulannya, semakin banyak ketidakberesan, maka semakin banyak proyek *gubraks*

  3. saya tidak mencoba menyelesaikan masalah secara global, tapi buat yang di rumahnya mengandalkan pompa air listrik (sanyo istilahnya), pasti kebat kebit ketika listrik padam.. kalo padamnya sehari bisa ndak mandi bwahahaha.., nah teman saya mencoba beli alat yang namanya inverter. Bukan inverter yang membuat listrik nggak ‘njeglek’ itu. Tapi inverter ini mengubah energi DC 12V ke AC 220V.. biasanya bis-bis antar kota menggunakannya untuk TV dan VCD Player. Oleh teman saya, inverter tersebut dihubungkan dengan aki motor (sebelumnya MCB rumah dimatikan dulu!). Dia bisa menyalakan TV dan beberapa lampu rumah. Ketika aki lemah, motor dihidupkan aja dalam keadaan stationer untuk men-charge akinya.. Theoritically, durasi aki bisa bertahan adalah sampai bensinnya habis. Oya, inverter ini ada beberapa jenis tergantung wattnya, teman saya (yg kebetulan jebolan STM listrik), menyarankan ambil yang wattnya terbesar sehingga kuat untuk diangkat alat-alat elektronik di rumah yang lapar daya. (Dia ambil yang 1000watt, harga 390rb di toko Audio Yogya). Mudah-mudahan bermanfaat..

    Disclaimer: ini hanya sekedar info dan belum dicoba di semua kondisi.. jadi anda harus berhati-hati dan apabila ada kerugian akibat mencobanya, maap silahkan ditanggung sendiri.

  4. belum lagi yang kerjanya bergantung pada komputer. bagi yang sudah memiliki ups mungkin tidak masalah, tapi kalau tidak punya bagaimana? lama-kelamaan pasti rusak. sudah 2 minggu terakhir hampir tiap pagi cinere selalu mati lampu. bagaimana ini???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s