Menulis, ternyata memang lebih efektif

Itulah kesimpulan dari pengalaman saya berhubungan dengan berbagai perusahaan. Setelah mencoba menghubungi perusahaan-perusahaan tersebut melalui telepon, justru dengan menulislah saya mendapatkan apa yang saya inginkan.

Namanya sedang mencari informasi, maka alat komunikasi yang saya pilih pertama kali adalah telepon. Maksud saya supaya saya dapat tanya sana sini. Beberapa pertanyaan saya juga tergantung pada jawaban dari pertanyaan sebelumnya. Saya pikir tentu akan bertele-tele jika harus pake surat, kertas maupun elektronik.

Namun hanya jawaban-jawaban robotik yang saya dapatkan dari Customer Service perusahaan. Terkadang jawaban dan pertanyaan tidak nyambung. Terkadang “ngeles”-nya kejauhan. Dan ketika mentok dengan pertanyaan saya lalu berjanji akan meneruskan kepada pihak yang berkompeten plus janji akan menelpon kembali. Namun janji tinggallah janji. Meskipun identitas plus nomor telepon jelas, telepon dari perusahaan tak kunjung datang.

Rupanya perusahaan memang lebih mempersiapkan CS-nya untuk bersilat lidah dan menghadapi pelanggan (atau calon pelanggan) marah, daripada mengetahui bisnis perusahaan. Teman saya memberi usul, istilah Customer Service harusnya diganti Customer Barrier, alias penghadang pelanggan.

Maka iseng-iseng saya nulis email atau mengisi formulir kontak di website. Perntanyaanpun saya susun seperti soal ujian supaya jelas. “Apakah ….? Jika ya, apakah….? Jika tidak, apakah …..?”

Ternyata tanggapan jauh lebih cepat. Tidak sampai setengah hari saya ditelpon, langsung oleh Sales Manager, Area Manager atau Kepala Divisi Teknik. Bahkan ada email saya yang dibalas dalam 5 menit.

Apakah saya memakai email kantor? Tidak, saya pakai Yahoo Mail dan Gmail. Tentu saya menggunakan identitas kantor, tapi ketika saya menelpon, saya juga memakai identitas yang sama.

Apakah tulisan lebih mudah disaring daripada suara ditelpon? Sehingga lebih mudah meneruskan tulisan ke orang yang berkompeten daripada meneruskan telpon? Mungkin saja. Atau karena jika sang manajer sedang rapat, dia tidak mungkin menerima telpon, tapi bisa browsing dan ngecek email?🙂

3 tanggapan untuk “Menulis, ternyata memang lebih efektif”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s