Buruk muka cermin dibelah

Sebuah berita mengejutkan datang dari kampung halaman. Kantor Lembaga Ombudsman Swasta Daerah Istimewa Yogyakarta porak poranda dirusak massa. Lembaga yang dibentuk oleh gubernur ini, didemo warga setelah menerbitkan hasil penelitian bahwa 40% dana Java Reconstruction Fund (JRF) salah sasaran. Warga berpendapat, penelitian itu dapat menghentikan dana yang sebenarnya akan segera cair.

Kekerasan merupakan keprihatinan tersendiri, namun ada keprihatinan lain di sana. Muncul pertanyaan dibenak saya, mengapa yang didemo justru lembaga penelitinya, mengapa tidak mendemo ‘sasaran yang salah’? Ataukah ‘sasaran-sasaran salah’ itu yang ketakutan lalu menggerakkan massa?

Jika pertanyaan kedua terjawab ‘ya’, pun kesedihan melingkupi hati saya. Jikalau penelitian itu salah, maka mari bersama-sama dibetulkan. Mari kita koreksi, mungkin ada metode pengumpulan data dan penarikan kesimpulan yang salah. Mencerdaskan kehidupan bangsa bagi saya, bukan terukur dari jumlah sekolah, apalagi jumlah sarjana (yang akhirnya cuma menganggur). Bukan pula dari prosentase kelulusan UAN, melainkan tercermin dari kemampuan masyarakat menggunakan isi batok kepalanya untuk berpikir, sehingga tidak mudah terhasut. Lebih percaya kepada kecerdasan daripada kekerasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s