Kemasan Isi Ulang

Sabun cair

Beberapa kali wadah sabun cair dekil itu diprotes istri. Tapi wadah tua itu tetap saya pertahankan karena mempunyai fitur yang tidak dimiliki wadah baru. Ujung wadah itu berulir sehingga tutupnya dapat dibuka dengan cara diputar. Mudah diisi ulang. Namun entah mengapa produsen sabun cair menghilangkan fitur itu sekarang. Tutup wadah baru tetap dapat dibuka tetapi dengan paksa. Seolah-olah tidak dirancang untuk diisi ulang. Padahal produsen tetap memproduksi kemasan isi ulang dalam berbagai ukuran. Bahkan desain kemasan dan gambar dibuat semakin seksi untuk menarik pembeli.

Lalu untuk apa kemasan isi ulang itu? Untuk pembeli yang punya wadah lama? Atau hanya kewajiban sosial saja? Terlanjur pernah menawarkan kemasan isi ulang, sedangkan setelah dikaji perusahaan lebih diuntungkan dengan wadah sekali pakai. Yah, semacam kewajiban ‘sosial’ produsen otomotif untuk memproduksi spare-part kendaraan model lama.

PS: Tidak bermaksud mendeskreditkan salah satu merk. Namun ketika semua sabun cair di kamar mandi diambil, terbukti kami konsumen loyal merk tersebut.

6 tanggapan untuk “Kemasan Isi Ulang”

  1. ada tipe konsumen yg selalu ingin menjajal produk dalam kemasan baru, tapi kemasan lama dipertahankan mungkin karena pasarnya masih bagus (dan mungkin si penjajal suatu saat akan kembali ke kemasan lama). buat saya, semakin banyak pilihan semakin membingungkan, butuh waktu makin lama untuk bengong menimbang2 di supermarket😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s