Intervensi kekuasaan, perlukah?

Sebutlah di kantor saya, terdapat sekumpulan orang yang pro status quo. Mereka adalah para buruh yang pernah menikmati dan selalu ingin bernostalgia dengan masa kejayaan Orde Baru. Bertampang tengil saat berurusan dengan sesama buruh, tapi tergopoh-gopoh saat disuruh mandor.

Lalu katakanlah bersamaan dengan saya, juga masuk beberapa cecunguk junior. Beberapa di antara mereka ini ‘diam-diam’ memiliki hubungan darah dengan para mandor atau bekas mandor.

Beberapa kejadian saat berurusan dengan para senior brengsek itu sering membuat frustasi. Maka saya jadi sering tergoda untuk menggunakan ‘kekuasaan’ yang ada pada teman-teman junior untuk melakukan intervensi. Lebih tepatnya menggunakan kekuasaan orang-orang yang mem-backup mereka. Sepertinya hanya buldozer besar yang bisa menyingkirkan bongkahan batu besar perintang jalan itu. Lalu beres sudah. Kemaslahatan umat terjaga dan mereka mendapat pelajaran.

Namun saya pikir tidak sesederhana itu. Saya khawatir teman-teman sesama cecunguk yang saat ini bisa saya kendalikan, akan ketagihan setelah menikmati ‘indahnya’ sebuah intervensi kekuasaan.

Tidak diintervensi tidak jalan. Diintervensi takut kebablasan. Menurut Anda saya harus bagaimana?

4 tanggapan untuk “Intervensi kekuasaan, perlukah?”

  1. Ati-ati lho bud main politik di kantor, harus penuh perhitungan. Karena kalau salah langkah resikonya besar. Tetapi kalau benar langkah hasilnya juga besar🙂

  2. harus dilihat kepentingan lebih besar. kalo dengan cara itu kerjaan jadi beres, mestinya sih nggak apa..

    btw, pendatang haram? aya2 wae..😛 bukan salah rahayat kalo berbondong2 ke betawi. emang selama ini betawi dianakemaskan kok..

  3. menurut saya, wajar-wajar saja,,,
    jika tidak bisa di bicarakan baik-baik secara kebersamaan atau hert to hert,,, itu diperkenankan k0q,,,
    intinya, intervensi adalah cara untuk mempengaruhi sekelompok orang atau sekelompok umat yang akan mawu mengikuti kemauan kita,,,,
    akan tetapi, kita musti tau situasi lagi yang ada,.
    jangan sampai kita mempengaruhi orang yang tidak ada tujuannya atau manfaatnya,.
    jika tujuanya baik, menurut saya,,, sah-sah saja k0q,.
    asal jangan melanggar norma-norma aja,.
    inget pepatah MARX WEBER setiap individu itu, uniq,,,
    0cHe,..
    thanks yeah, dah ngebolehin saya ngasih comment,,,
    thanks for all pokoknya,.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s