Sajak Penjemput

perempuanku
di sini aku menunggu
di antara deru mesin berpacu
menanti mati lampu-lampu

perempuanku
apakah kabarmu
adakah senyum tersisa untukku
atau telah habis untuk pembeli dan pelangganmu

tentu perempuanku
tubuhmu terlalu lelah untuk bercumbu
setelah sehari terpaku sepasang sepatu

sungguh perempuanku
hati ini merasa pilu
mencari nafkah adalah urusanku
tapi lowongan kerja lebih ramah untukmu

dan di sini perempuanku
laki-laki tak tahu diri ini
hanya bisa berjanji
tak kan terlambat kujemput engkau esok hari

5 tanggapan untuk “Sajak Penjemput”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s