Mati listrik itu baik

mati listrik

Televisi ternyata masih menjadi media idola. Meskipun menuai banyak kritik namun tetap saja dia primadona.

Bagaikan ‘protap’ yang sudah memiliki ‘juklak’ dan ‘juknis’, ritual tiap kali masuk kamar kos adalah menghidupkan kipas angin dan tv. Bak rakyat yang tertindas menanti ratu adil, saya tidak jera disuguhi sampah tiap hari. Dan meskipun seperti mengharap janji politisi, selalu saja ada pengharapan pada setiap klik remote control. Siapa tahu ketemu acara bagus.

Praktis hanya teriakan pedagang makanan keliling dan dispenser di lorong yang bisa menarik penghuni kos keluar kamar. Maklumlah tiap kamar punya kamar mandi masing-masing, jadi tidak ada cerita sosialisasi urut mandi.

Maka untunglah di negeri tercinta ini, ada Perusahaan Listrik Negara yang peduli pada kesehatan sosial warga. Secara acak dan tanpa pemberitahuan, mereka suka mematikan aliran listrik. Begitu acak dan tiba-tiba sehingga kita tidak sempat mempersiapkan dalih.

Serentak penghuni kos keluar kamar karena gelap dan kepanasan, bergabung bersama warga kompleks yang juga berhamburan. Jadilah sosialisasi, dialog utara-selatan alias ngobrol ngalor-ngidul, sambil menikmati anak-anak yang bermain tali atau petak umpet. Ya.. anak-anak juga senang terlepas dari jeratan penjara digital, dan terutama, kewajiban untuk belajar…🙂

5 tanggapan untuk “Mati listrik itu baik”

  1. bener banget tuh mas.
    sampe sekarang aku masi belum kenal tetangga kosku. begitu masuk kamar ya betah aja. beda banget ama suasana kos jaman masi kul dulu.

  2. wah! tidak setuju!
    gak suka mati listrik…
    apalagi kalok lg tengah2 makan! bikin ilfil….
    apalagi kalok terbangun tiba2 dan mati lampu! sesak nafas! apalagi kalok gak punya lilin! sengsara!
    apalagi kalok tetangga lg pada pergi…gak ada yg bisa diajak sosialisasi…
    apalagi kalo rajin bayar listrik…jd merasa didzolimi…
    heehhehehehehehheh………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s