Susahnya sholat di negara dengan jumlah orang Islam terbesar

Mungkin aneh jika di negeri yang konon jumlah orang Islamnya paling banyak di dunia ini kita kesulitan untuk sholat. Tetapi itu sungguh terjadi terutama jika kita berada di pertokoan. Baik yang bertipe ITC maupun mall yang berembel-embel trade center, city, plaza, ataupun town square, baik di tempat “raksasa” maupun di “perempatan” (ada ‘raksasa’ yang berseberangan dengan ‘perempatan’🙂 ). Setidaknya itu di seputar tempat edar saya di Jakarta Selatan.

Yang namanya tempat sholat di tempat-tempat itu, pasti nyempil di antara tempat parkir. Karena hanya memanfaatkan tempat tersisa, bentuk ruangan tidak simetris, ada yang berbentuk trapesium bahkan ada yang segitiga tidak simetris, sehingga tidak dimungkinkan untuk berjamaah. Pernah pula saya ada acara buka bersama di sebuah rumah makan lumayan mewah di sekitar Radio Dalam, tempat sholatnya hanya muat untuk 3 orang, laki-laki atau perempuan bercampur, sehingga acara buka bersama kehilangan nilai ukhrawinya.

Kenapa tempat sholat tidak disejajarkan setidak-tidaknya seperti toilet yang menjadi kelengkapan wajib sebuah gedung? Karena di tempat-tempat yang saya kunjungi itu, meskipun toilet bentuknya bermacam -macam, tetapi terlihat sudah terancang sejak awal perancangan gedung bahwa tempat tersebut akan digunakan untuk toilet, tidak seperti tempat sholat yang baru ‘diadakan’ setelah bangunan digunakan. Pemilik bangunan bisa berdalih bahwa dia memang merancang bangunannya untuk orang-orang yang akan belanja, sedang untuk orang sholat sudah banyak masjid didirikan. Karena itu tuntutan saya ‘hanya’ untuk ‘mensejajarkan’ tempat sholat dengan toilet, dimana orang yang butuh toilet tidak perlu mencari tempat khusus toilet di luar kompleks gedung.

Sepertinya saya butuh cerita dari teman-teman yang ada di luar negeri, yang penduduknya bahkan tidak ‘aware‘ dengan kebutuhan orang Islam, lalu bagaimana dengan wudlu, tempat sholat dan waktu sholat karena tidak pernah dengar adzan..

7 tanggapan untuk “Susahnya sholat di negara dengan jumlah orang Islam terbesar”

  1. Coba deh ke Plaza Senayan….dan buktikan kenyamananya
    tetapi aku sih setuju dengan tulisannmu, dan menggunakan toilet sebagai perbandingnya…benar-benar bagus…

  2. Saya belum pernah ke Plaza Senayan je Rud. Denger2 ada pasar (Tanah Abang kalo ga salah) punya masjid besar di lantai empatnya, lebih hebat daripada mall2 itu, tapi aku juga belum pernah ke sana. Rud di Australia gimana sholatnya? Wudlu di wastafel? Bawa sajadah kemana-mana?

  3. di jakarta yang aku uda liat selaen Plaza Senayan si Plaza Semanggi. tapi emang paling mendingan Plaza Senayan.

    paling bete juga kalo lagi ada meeting di hotel. musholla yang tersedia juga seadanya banget. seperti disediakan buat karyawan hotel aja. padhal yang butuh sholat kan bukan cuma karyawan, tamu2 hotel yang lagi ikut conference macem aku n my co-workers, even my bosses, kan juga sholat.

  4. well, ketika saya tiba untuk pertama kalinya di hong kong (dan kayaknya yang berikutnya akan sangat lama), pertama yang saya lakukan berserta beberapa teman adalah mencari tempat sholat di Airport and u can find none of it. So kita sholat di ruang tunggu (actually di depan counter toko yang masih tutup) dengan tatapan mata yang penuh “curiosity” dan kecurigaan dari banyak pengunjung maupun petugas airport, dan too bad ketika kami pulang salah satu rekan kami tertahan di customs cukup lama dan kebetulan nama rekan kami adalah “rozy”

  5. Masih mending Nif, beberapa hari yang lalu diberitakan VOA(Voice Of America, yang terjemahan Indonesianya “Dunia Kita”, rupanya saya perlu belajar Bahasa inggris lagi🙂 ) ada beberapa warga Amerika keturunan Arab yang diusir dari pesawat gara-gara seorang wanita merasa tidak nyaman satu pesawat dengan mereka setelah melihat mereka sholat di bandara.

  6. wah pengalamanku sih di ITC Kuningan cukup bagus tempat sholatnya ada di beberapa lantai malah kalo ga salah ada di setiap lantai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s