Berbeda dengan teknologi GSM yang berevolusi melalui EDGE -> WCDMA -> HSDPA/HSUPA -> HSPA+, CDMA berevolusi menjadi CDMA 2000 1x -> EVDO Rev. A -> EVDO Rev. B. EVDO awalnya singkatan dari Evolution Data Only, namun biar menjual diganti Evolution Data Optimized. Kata kuncinya adalah “data only”, artinya memisahkan saluran “data” dengan “suara”.
Keunggulan cara ini adalah saluran data tidak bersaing dengan saluran suara. Analoginya seperti jalur busway TransJakarta. Jalur ini (secara teoritis
) terpisah dari jalur lalu-lintas umum. Di saat jalur suara sibuk, misalnya menjelang Lebaran, jalur data tidak akan terpengaruh.
Namun hal ini juga menjadi kekurangannya. Saluran jadi tidak dinamis. Saat jalur suara kosong, jalur data yang padat tidak dapat mengunakan jalur suara. Demikian juga sebaliknya. Hal ini tentu berbeda dengan GSM, dimana jalur data dan suara bersaing menggunakan jalan, seperti sepeda motor yang bersaing dengan mobil
.
Lalu mana yang lebih cepat? Sepertinya tidak berhubungan dengan teknologi, tetapi lebih kepada banyaknya umat yang memakai. Seperti kemacetan Jakarta, seberapapun jumlah jalan ditambah, tidak mampu mengimbangi jumlah pertumbuhan kendaraan. Itulah kenapa menggunakan operator “kecil” sering lebih cepat dari operator “besar”, tapi masalahnya jangkauan jaringan operator “kecil” umumnya tidak seluas operator “besar”.
