Arsip Kategori: Lain-lain

Keunggulan dan kelemahan teknologi EVDO

Berbeda dengan teknologi GSM yang berevolusi melalui EDGE -> WCDMA -> HSDPA/HSUPA -> HSPA+, CDMA berevolusi menjadi CDMA 2000 1x -> EVDO Rev. A -> EVDO Rev. B. EVDO awalnya singkatan dari Evolution Data Only, namun biar menjual diganti Evolution Data Optimized. Kata kuncinya adalah “data only”, artinya memisahkan saluran “data” dengan “suara”.

Keunggulan cara ini adalah saluran data tidak bersaing dengan saluran suara. Analoginya seperti jalur busway TransJakarta. Jalur ini (secara teoritis :D ) terpisah dari jalur lalu-lintas umum. Di saat jalur suara sibuk, misalnya menjelang Lebaran, jalur data tidak akan terpengaruh.

Namun hal ini juga menjadi kekurangannya. Saluran jadi tidak dinamis. Saat jalur suara kosong, jalur data yang padat tidak dapat mengunakan jalur suara. Demikian juga sebaliknya. Hal ini tentu berbeda dengan GSM, dimana jalur data dan suara bersaing menggunakan jalan, seperti sepeda motor yang bersaing dengan mobil :D .

Lalu mana yang lebih cepat? Sepertinya tidak berhubungan dengan teknologi, tetapi lebih kepada banyaknya umat yang memakai. Seperti kemacetan Jakarta, seberapapun jumlah jalan ditambah, tidak mampu mengimbangi jumlah pertumbuhan kendaraan. Itulah kenapa menggunakan operator “kecil” sering lebih cepat dari operator “besar”, tapi masalahnya jangkauan jaringan operator “kecil” umumnya tidak seluas operator “besar”.

Kopi

Suatu hari saya naik kereta dari Bandung menuju Jogja. Sengaja saya memilih kereta siang agar bisa menikmati pemandangan. Di samping saya, duduk seorang Bule turis backpacker asal Spanyol. Sehabis makan siang dia memesan kopi. Dia bilang itu ritualnya setelah makan biar perutnya enak. Tidak berapa lama datanglah segelas besar kopi hitam yang dipesannya. Dia terkejut,mungkin yang diharapkan “hanya” secangkir kopi. Diminum sedikit lalu diletakkan ke meja kecil sebelah jendela.

Kemudian dia bertanya,”Kenapa di Jawa ini tidak ada budaya kopi?” Saya gelagapan. Budaya minum kopi secara umum masih kalah dengan budaya minum teh. Yang menemani sarapan dan cemilan sore hari umumnya teh. Dan saya yakin maksud pertanyaannya lebih dari itu. Kalo di sini ada yang “berbudaya minum kopi”, yang diminum capuccino atau espresso, hasil budaya Italiano. Kebanyakan orang minum kopi hitam atau kopi tubruk, yang hanya kopi diseduh air panas, biar ga pahit ditambah gula. Kok rasa-rasanya kurang nilai “budaya”-nya. Kopi susu agak rancu dengan espresso, entah siapa yang duluan. Mungkin hasil “budaya” kita malah coffemix(kopi campur – tidak bermaksud menyebut merk), campuran kopi+krimer+gula namun tidak berbusa seperti capuccino.

Pertanyaan 3-4 tahun lalu itu masih menggelitik saya sampai sekarang. Kopi sering disebut java dalam bahasa Inggris seperti kata china untuk keramik. Mungkin bayangan Bule tadi, ketika dia berada di Java dia akan berada ditengah-tengah java(kopi). Bahkan kalo kita pergi ke toko-toko, yang ada adalah Kopi Aceh, Kopi Deli, Kopi Lampung, Kopi Toraja, Kopi Manggarai dan sebagainya. Saya belum pernah ketemu Kopi Jawa. Mungkin hanya saya saja yang kurang pengetahuan. Kenapa demikian ya? Apa karena dulu yang minum para Bule Kolonial sedang nenek moyang kita hanya jadi pekerja saja?

Kabel komponen

Kabel komponenoutput komponen video

Beberapa minggu yang lalu saya membeli TV baru. Saat itu saya mendapat tips dari penjualnya bahwa alih-alih menggunakan kabel video ‘biasa’ lebih baik menggunakan kabel komponen untuk menyambungkan DVD Player ke TV. Katanya gambar jadi lebih bagus dan lebih murah daripada kabel HDMI.

Kebetulan (sialnya, lebih tepat), selesai saya setting TV itu, giliran DVD Player yang ngambek, padahal sebelumnya sehat-sehat saja. Kebetulan (lagi), anak saya lagi gemar-gemarnya nonton Upin & Ipin. Setiap kali dia melihat TV hidup, Upin & Ipin harus berada di sana. DVD Player-lah yang menyediakan kebutuhan itu. Jadilah saya harus mencari DVD Player juga keesokan harinya.

Saya teringat…

Liku-liku menginstal LG PC Suite

Beberapa bulan yang lalu, saya membelikan Hp LG KU380 buat istri. Hp yang murah meriah namun sudah 3G.

Mang kenapa kalo 3G? Biar gagah?

Sama sekali bukan. Waktu itu istri terpisah jauh, jadi sebagai obat kangen ya pakai video call. Lagi pula operator yang saya pakai tidak membedakan tarif voice atau video call, sehingga meskipun memakai video call tetap saja terkena tarif promo.

Saya tidak akan menceritakan kehidupan berbangsa dan bernegara LDR saya, tapi tentang LG PC Suite. Ketika akan saya instal di laptop, muncul pesan kesalahan ’CRC Redundancy Error’. Begitupun ketika saya mencoba mengcopy filenya. Sempat marah juga, masak CD bawaan pabrik yang belum pernah dipakai error. Apa LG tidak mengecek produknya?

Klik di sini jika Anda tertarik membaca lanjutannya..

Bahasa ketiga di WordPress.com

Bahasa Indonesia

bahasa ketiga

Laporan akhir tahun WordPress.com menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia merupakan bahasa ketiga yang dipakai di WordPress.com. 66% blog di WP.com menggunakan Bahasa Inggris, 8% menggunakan Bahasa Spanyol, dan Bahasa Indonesia di urutan ketiga dengan 5%.

Cuma 5%? Lima persen dari 5,2 juta blog itu banyak :) dan kita harus berbangga dengan itu. Ingat, Bahasa Spanyol itu tidak hanya digunakan oleh orang-orang di negara Spanyol, tapi juga Meksiko, negara-negara Amerika Tengah dan Amerika Selatan kecuali Brasil. Saya tidak tahu apakah jumlah penduduk Indonesia melebihi jumlah seluruh penduduk negara-negara Latin, tapi China dan India tidak nampak dalam daftar itu.

Lalu jumlah seluruh blog Indonesia berapa ya? Saya tidak tahu. Blog Indonesia tidak hanya di WordPress. Ada yang di blogger.com(blogspot), Multiply dan lain-lain. Ada pula yang pakai domain dan hosting sendiri. Ada pula yang postingnya copy-paste tapi tagnya hampir satu halaman sendiri yang tidak ada hubungannya dengan isi posting. Ups..kalau yang ini istilah Mpokb bukan blog yang dimaksudkan untuk dibaca manusia melainkan untuk konsumsi mesin pencari. :lol:

Jika blog Anda banyak menggunakan Bahasa Indonesia, coba cek apakah pengaturan bahasanya sudah menggunakan “Bahasa Indonesia”. Siapa tahu itu cara yang digunakan WP.com untuk menghitung statistiknya. Siapa tahu dengan begitu prosentasenya bisa bertambah.

Begitu penting Bahasa Indonesia sampai Israel pun merasa perlu membuat halaman web berbahasa Indonesia yang fasih.