|
Area parkir sepeda motor Cinere Mall merupakan favorit saya. Konsepnya sangat ‘hijau’. Alih-alih menutup seluruh permukaan tanah dengan semen atau aspal, pemiliknya menggunakan conblock, sehingga masih terdapat sejumlah kecil air yang dapat masuk ke tanah melalui sela-sela. Sedikit memang tapi daripada tidak sama sekali. Konon ini pula mengapa lingkungan kampus UGM menggunakan conblock. Konon pula ada beberapa kota di Eropa yang keseluruhan jalannya demikian.
|
|
![]() |
Kemudian sebagai peneduh ditanamlah pohon setiap sekian meter. Pohonnya tidak terlalu besar namun sangat rindang. Pohon Talok kalo orang Jogja menyebut. Saya tidak tahu sebutan bahasa Indonesia, murbei kah? Setidaknya dalam ukuran sekarang, seandainya tumbang terkena angin, ia tidak merusak motor sampai parah. Daerah Cinere memang sering terkena angin ribut dan puting beliung skala menengah. Pembatas antar blok menggunakan bambu hias. Sungguh indah… |
![]() |
|
|
Banyak tempat parkir sepeda motor tanpa peneduh, termasuk di kantor saya. Masalah keteduhan menjadi perhatian saya sejak dititipi motor asuh berjenis |
|
![]() |
|
Oleh: bootdir | 5 Januari 2009




ya ampun kaya parkiran kampusku
Oleh: chrisibiastika on 5 Januari 2009
at 21:29
@Chris:
Kampusmu mana? Jangan-jangan desainernya satu almamater ma dirimu
Oleh: bootdir on 6 Januari 2009
at 13:48